Repository Lokal Ubuntu 8.10 Berbasis Web Server

Artikel penulis kali ini, masih tetap berkaitan dengan Repository Ubuntu 8.10. Intrepid Ibex. Dimana sebelumnnya penulis sudah pernah menulis artikel tentang “Repository Lokal Ubuntu 8.10 Menggunakan file ISO”.
Dan masih tetap menggunakan repository dari image DVD yang masih berbentuk file ISO, penulis akan menunjukkan cara membangun sebuah server repository lokal berbasis web server.
Sehingga apabila server repository lokal tersebut terhubung dengan LAN (Local Area Network) di rumah, kantor atau kost atau etc, rekan-rekan yang membutuhkan paket-paket Ubuntu 8.10 tinggal download saja langsung dari server.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

A. INSTALASI WEBSERVER

  1. Install apache agar komputer Anda siap menjadi web server. Gunakan Synaptic Package Manager dan search untuk menginstall Apache2.
  2. Setelah Apache2 terinstall, maka webserver Anda berada dalam folder /var/www.

B. MENEMPATKAN FILE ISO

    Simpan file iso repository Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex di folder yang Anda inginkan, dalam praktek ini penulis menyimpan file iso tersebut di /home/repository/ubuntu

C. MOUNTING FILE ISO

  1. Buat folder-folder untuk me-mount file-file iso tersebut dengan perintah (login sebagai root dengan perintah sudo su):
    Code:
    mkdir -p  /var/www/repository/ubuntu/repo1mkdir   /var/www/repository/ubuntu/repo2mkdir   /var/www/repository/ubuntu/repo3mkdir   /var/www/repository/ubuntu/repo4mkdir   /var/www/repository/ubuntu/repo5mkdir   /var/www/repository/ubuntu/repo6

    Penjelasan:
    Opsi -p digunakan untuk membuat direktori beserta sub direktorinya. Dalam praktek ini ada tiga direktori yang dibuat antara lain direktori repository berserta sub direktori ubuntu dan repo[1-6]. Sedangkan /var/www merupakan direktor webserver.

  2. Tetap sebagai root, mount file iso Repository Ubuntu 8.10 kedalam
    direktori yang sudah dibuat tersebut dengan perintah seperti dibawah ini:

    Code:
    mount -o loop -t iso9660  /home/repository/ubuntu/repo1.iso  /var/www/repository/ubuntu/repo1mount -o loop -t iso9660  /home/repository/ubuntu/repo2.iso  /var/www/repositor /ubuntu/repo2mount -o loop -t iso9660  /home/repository/ubuntu/repo3.iso  /var/www/repository/ubuntu/repo3mount -o loop -t iso9660  /home/repository/ubuntu/repo4.iso  /var/www/repository/ubuntu/repo4mount -o loop -t iso9660  /home/repository/ubuntu/repo5.iso  /var/www/repository/ubuntu/repo5mount -o loop -t iso9660  /home/repository/ubuntu/repo6.iso  /var/www/repository/ubuntu/repo6

    Penjelasan:

    Jika ingin file iso tersebut dapat dimount secara otomatis pada saat sistem linux dijalankan, tambahkan ke /etc/fstab (di terminal ketikkan sudo gedit /etc/fstab) perintah berikut:
    Code:
    /home/repository/ubuntu/repo1.iso  /var/www/repo1  iso9660  ro,loop,auto  0 0/home/repository/ubuntu/repo2.iso  /var/www/repo2  iso9660  ro,loop,auto  0 0/home/repository/ubuntu/repo3.iso  /var/www/repo3  iso9660  ro,loop,auto  0 0/home/repository/ubuntu/repo4.iso  /var/www/repo4  iso9660  ro,loop,auto  0 0/home/repository/ubuntu/repo5.iso  /var/www/repo5  iso9660  ro,loop,auto  0 0/home/repository/ubuntu/repo6.iso  /var/www/repo5  iso9660  ro,loop,auto  0 0

D. MEMBANGUN SOURCE LIST

  • Menggunakan Synaptic Package Manager:
    1. Buka System -> Administration -> Synaptic Package Manager
    2. Pilih Settings -> Repositories
    3. Pilih tab “Third-Party Software”
    4. Hilangkan centangan untuk sumber-sumber repository dari internet dan CD-ROM pada Tab Third-Party Software.
    5. Pilih “Add”
    6. Masukkan baris dibawah ini:
      Code:
      deb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo1  intrepid main restricteddeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo2  intrepid main restricted multiversedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo3  intrepid universedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo4  intrepid universedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo5  intrepid universedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo6  intrepid universe
    7. Klik “Add” lagi, lalu isikan baris berikutnya. Lakukan langkah ini hingga semua baris tersebut selesai anda masukkan.
    8. Klik “Close”
    9. Klik “Reload” pada ikon di sebelah kiri atasPenjelasan:
      http://192.168.1.2 adalah alamat webserver lokal dalam jaringan penulis. Sedangkan 192.168.1.2 merupakan alamat server lokal penulis.
  • Menggunakan Terminal
    1. Buka terminal lalu login sebagai root
      Code:
      sudo su
    2. Sebelumnya backup dulu source.list dan buat dengan yang baru.
      Code:
      mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/source.list-backuptouch /etc/apt/source.list
    3. Tambahkan baris berikut di /etc/apt/sources.list
      Code:
      gedit /etc/apt/sources.list
      
      #Ketikkan semua baris dibawah ini:
      
      deb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo1  intrepid main restricteddeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo2  intrepid main restricted multiversedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo3  intrepid universedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo4  intrepid universedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo5  intrepid universedeb  http://192.168.1.2/repository/ubuntu/repo6  intrepid universe

E. PENGUJIAN

  1. Reboot komputer Anda
  2. Bukalah web browser dan ketik http://192.168.1.240/repository/ubuntu
  3. Jika dalam browser muncul struktur folder repository, berarti anda telah sukses membangun repository lokal Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex dengan web server apache.

Good Luck…!!!

Referensi :

http://wiki.ubuntu.id.org/DokumentasiKomunitas/TutorialRepositoriLokal
http://abrassia.wordpress.com/2008/08/08/local-repository-ubuntu-804/

—————————————————————————————–
***Open Your Mind Use Open Source Software***——————————————————————————————

9 Comments

KenNikiMawon on 06/01/2009 at 09:53.

good artikel broo…
tapi apa g simple dengan sharing az…
tinggal repo yg ad di kompi servernya dishare…
trus yg di kompi client diinstall smbfs (“sudo apt-get install smbfs”).
biki direkktori baru :
#mkdir /media/repo1
..
..
..
#mkdir /media/repo6

lalu dimount :
#smbmount //ipserver/repo1 /media/repo1
..
..
..
#smbmount //ipserver/repo6 /media/repo6

lalu tinggal mengganti software sourcenya…

smoga dapat membantu….

Reply

Eligio M. Do Rego on 06/01/2009 at 10:54.

Saya lebih menyukai menggunakan Web Server karena pendistribusiannya lebih mudah, tanpa perlu mount lagi dari client. btw thx ya utk trik smbfsnya.

Reply

Anonymous on 06/01/2009 at 13:37.

numpang lihat artikel.
Cah DINUS

Reply

Begut ^_^ on 10/04/2009 at 08:15.

kalo yang dipakai adlah “ubuntu 8.10 server” untuk aplikasi web server nya apa ya?
apakah konfigurasinya sama?

Reply

Avanca Linux on 10/04/2009 at 14:56.

To Begut^_^

Untuk Ubuntu 8.10 aplikasi web servernya adalah apache2, dan konfigurasinya sama.

Reply

begut on 14/04/2009 at 07:49.

selain mmbuat repo lokal, contoh lainya yang mggunakan web server apa ya?
dan apakah web server bisa digabungkan dg DNS server? namun dengan server yag berbeda

Reply

Avanca Linux on 15/04/2009 at 03:40.

contoh lain menggunakan web server
-Untuk menyimpan halaman website anda agar bisa di akses lokal, maupun bisa akses publik (internet).
-Monitoring trafik jaringan

Yup bisa. tidk masalah kalaupun server berbeda.

Reply

begut on 15/04/2009 at 16:02.

itu caranya gmn ya..? apakah IP nya juga hrs sama

Reply

Ebyx84 on 21/04/2009 at 12:10.

To BegutCaranya pahami dulu konfigurasinya disini Modul Linux

Reply

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>