Sepertinya postingan ini sudah lumayan basi, tapi ndak papa lah. Niatnya kan mau berbagi pengalaman. Hehe :)
Tanggal 25 – 29 Agustus 2010 sudah lewat, saat itu saya dan beberapa kawan saya yaitu Alan Budi K, Chaerul Umam, Masas Dani, dan Wahyu Fitriyanto bergabung dalam sebuah Tim Migrasi OSS di Kabupaten Semarang dibawah koordinasi RISTEK. Selama kurang lebih lima hari, puluhan PC dan Laptop yang menggunakan sistem operasi bajakan kami install ulang secara berar-besarandengan sistem operasi yang legal.
Migrasi OSS ini tak lain karena adanya keputusan Pak Mentri kita, bahwa paling lambat Desember 2011 nanti, semua instansi pemerintahan harus menggunakan OSS / Software legal dalam kegiatan operasionalnya. Tujuannya, selain mengurangi pembajakan software, juga menekan anggaran biaya pemerintah. Jadi, anggaran yang tadinyauntuk membeli lisensi software, bisa dialihkan untuk hal lain. Misalnya saja, bisa untuk menunjang kualitas pendidikan di Indonesia :)
![]() |
|
bersama tim |
Perwakilan Pemkab setempat memberikan laporan, setidaknya dari 432 PC yang ada di PemKab hanya kurang dari 40 PC yang menggunakan Software berlisensi. Itu juga hanya Operating Sytemnya saja. Belum aplikasi lain yang ada didalamnya, seperti Office, Photoshop dan yang lain sebagainya. Nggak kebayang sih ya berapa juta dolar kerugian yang harus di tanggung oleh pembuat software atas tindakan kriminal ini :))
Waktu berjalan begitu cepat, lima hari terasa sebentar karena kami setiap malam lembur mempersiapkan alat perang dalam migrasi esok harinya. Kami juga terpaksa membawa pulang beberapa laptop ke hotel karena waktu yang disediakan oleh Pemda kurang. Padahal dari jam 9 sampai jam 4 sore, tapi masih saja kurang :hammer:
![]() |
|
briefing malam |
Disana, posisi saya tidak langsung terjun ke lapangan door to door keliling SKPD untuk instalasi Linux. Disana saya menjadi asisten Bapak Hasan Bahcri UL, pengajar Linux Fundamental dan Open Office dari RISTEK. Sebenernya saya pengen banget terjun ke lapangan, tapi apa daya. Pak Hasan juga butuh asisten untuk mengajar, dan karena saya perempuan satu2nya dalam tim, maka saya lah yang dikorbankan oleh teman2 tim saya untuk menjadi asisten Pak Hasan ;))
Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari migrasi OSS di Pemerintah Kabupaten Semarang kemarin. Saya, mulai terbiasa dengan duduk didepan bapak2 dan ibu2 yang ingin belajar OSS, berdiskusi, dan sharing dengan beliau2. Melatih mental keberanian saya tampil di depan orang banyak, juga melatih mental saya untuk siap diserbu dengan ratusan pertanyaan2 yang saya sendiri kadang belum tentu tahu jawabannya. :D
Hari pertama, kami masih santai. Hanya sosialisasi, ceramah, mencuci otak peserta migrasi agar mau berpindah dari software ilegal ke software legal. Bahkan terkadang dengan rayuan gombal yang dibungkus dalam sebuah kalimat manis, saya menakut2i peserta kalau masih memakai software ilegal itu bakalan kena denda ratusan juta setiap pc-nya. Dan itu, cukup berhasil. Tidak sedikit peserta migrasi yang langsung memilih menghapus sistem operasinya yang ilegal, dan menggantinya dengan yang legal :))
![]() |
|
peserta pelatihan migrasi oss |
Mungkin karena saya sendiri, terpisah dari teman2 satu tim saya. Saya panik bukan kepalang di hari kedua itu. Dimana diawal pertemuan wrkshop saya harus membuat live usb sebanyak 20 buah lebih dalam waktu singkat dan hanya dengan satu post usb saja. Ditambah lagi, padamnya listrik ruangan yang menyebabkan AC ruangan harus dimatikan sementara. Sudah panik, panas bukan main. Semua cobaan itu karena membludaknya peserta migrasi. Antusiasme Bapak2 dan Ibu2 Pemda sangat besar untuk belajar menggunakan Linux, jadi jumlah peserta hampir dua kali lipat dari yang ditargetkan. Tapi semuanya menyenangkan lho.. :)
Salah satunya yang paling berkesan adalah kepanikan saya yang membabi buta ketika mendapati charger laptop saya kabelnya putus (–”). Bagaimana tidak panik, sementara hari itu adalah hari pertama migrasi, dan masih ada tersisa 4 hari lagi. Kalau laptop mati, terus gimana dengan pekerjaan saya? :)) Shock mendadak, saya tidak kehilangan akal. Saya bergegas keluar dari hotel dan mencari alat-alat yang sekiranya bisa digunakan untuk menyambung charger saya itu. Setidakna dalam 4 hari, laptop saya bisa menjadi sahabat baik untuk saya. :)
![]() |
| charger mekbuk |
Ada juga cerita lucu tentang seorang ibu2 yang cukup menggelikan. Seorang ibu2 mengira bahwa linux adalah antivirus. Cerita lengkapnya, silahkan klik disini :))
Btw, yang saya evaluasi dari serangkaian acara lima hari itu adalah adanya beberapa hambatan2 baik hambatan dari faktor teknis maupun non teknis yang muncul saat migrasi berlangsung sehingga waktu untuk migrasi banyak yang terbuang. Beberapa hambatan diantaranya yaitu,
- Pemkab setempat belum siap sepenuhnya untuk migrasi. Memang ada beberapa pihak yang sangat antusias dalam migrasi ini, dari jauh2 hari sudah membackup semua data yang ada di PC yang akan dimigrasikan. Namun ada juga yang belum siap. Misalnya saja, ada yang belum mengerti mengenai kegiatan migrasi ini. Harus melakukan lobby terlebih dahulu, apa PC-nya boleh di install dengan sistem operasi yang legal, dan membuang jauh-jauh yang ilegal itu. Menjelaskan person per person secara berulang2 tentang migrasi ini, dan hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi kalau yang memegang PC tersebut pas tidak di tempat, harus nunggu diambang ketidakpastian.
- Karena ketidaksiapan tadi, makanya banyak data yang belum di bakup. Ini juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar lho :)
- Senjata perang tim kami kurang! Kalau ini kurangnya dari segi space untuk membackup data, jumlah hardisk eksternal yang kami bawa hanya terbatas :((
- Ada juga yang DVD atau CD ROMnya nggak bisa dipake alias optiknya udah lemah. USBnya pun, nggak bisa diandalkan. Kalau ini bingung kadang mau nginstallnya bagaimana. ;))
- Yang terakhir ini, sungguh membuat tim saya bersabar. Bagaimana tidak, ada beberapa PC yang spesifikasinya sangat rendah. Misalnya Pentium 3, Ram 256, CDROM nggak bisa. USB juga ngadat.. Kayak yang ini nih,
Yang ini sumpah bikin ngakak.. Soalnya selama proses instalasi berjalan, si pelaku live sms ke saya proses instalasinya.. Dari 42%.. 44%.. 46%.. 50%.. dan akhirnya GAGAL total :))
Nah lo.. #ihik
Jadi, siapa yang mau mengikuti Pemkab Semarang untuk migrasi OSS ? Kami insyaallah siap membantu :)
Postingan lain tentang ini ada di www.igos.web.id dan www.igos.or.id :)







3 Comments
mazumam on 16/12/2010 at 08:43.
wah.. ada aku… :p
yudistira on 13/11/2011 at 14:39.
Mba moren mau tanya dunk, distro linux yang paling pas digunakan buat instansi pemerintah apa y???terus enakan mana openoffice ma libreoffice, yang gk jauh beda ma microsoft office…biar gk lama belajarnya, makasih…
Mauren Fitri I.D on 14/11/2011 at 09:44.
kl dulu, tim kami remaster dr ubuntu mas. aplikasinya disesuaikan dgn kebutuhan yg ada dipekantoran :)
kl saya lebih suka open office, entah kenapa kl pake libre rasanya agak berat. tp keduanya hampir sm kok mas..
user friendly semua :)