Melalui subnetting, sebuah address jaringan (network address) tunggal dipecah mejadi banyak subnetwork atau disingkat subnet.
Untuk menerapkan subnetting pada jaringan, perlu melakukan perhitungan subnet berserta host didalamnya.
Info:
Bagi yang belum paham betul tentang konsep subnetting, silakan baca artikel dari pak Romi Satria Wahono disini
Artikel kali ini, penulis akan menujukkan cara yang lebih mudah dalam menghitung subnet beserta host dengan menggunakan aplikasi ipcalc, dengan menggunakan aplikasi tersebut, kita tidak perlu lagi melakukan perhitungan manual dalam menentukan ip address dan broadcast untuk masing-masing subnet yang ada. Ipcalc mengambil alamat IP dan netmask dan dikalkulasi untuk mendapatkan hasil broadcast, network, Cisco wildcard mask, dan ketersediaan host.
Catatan:
Penulis menjalankan ipcalc di atas distro TeaLinuxOS 2.0 “Black Tea”, silakan download paket ipcalc sesuai dengan distro Linux yg digunakan.
Berikut ini cara penggunaan aplikasi ipcalc:
$ ipcalc -h
Penjelasannya:
- b : tidak manampilkan nilai binari dari suatu alamat ip.
- s : menampilkan hasil hitung nilai subnet sesuai dengan masukkan jumlah host.
- r : menampilkan network yang ada sesuai range ip yang dimasukkan.
Latihan 1:
Untuk mengetahui range ip address jaringan 192.168.10.0/24, ketikkan perintah berikut:
$ ipcalc 192.168.10.0/24
Output:
Address: 192.168.10.0 11000000.10101000.00001010.00000000Netmask: 255.255.255.0 = 24 11111111.11111111.11111111.00000000Wildcard: 0.0.0.255 00000000.00000000.00000000.11111111=>Network: 192.168.10.0/24 11000000.10101000.00001010.00000000HostMin: 192.168.10.1 11000000.10101000.00001010.00000001HostMax: 192.168.10.254 11000000.10101000.00001010.11111110Broadcast: 192.168.10.255 11000000.10101000.00001010.11111111Hosts/Net: 254 Class C, Private Internet
Jika tidak ingin outputnya menampilkan nilai binari alamat ip tambahkan opsi -b.
Contoh:
$ ipcalc -b 192.168.10.0/24
Ouput:
Address: 192.168.10.0Netmask: 255.255.255.0 = 24Wildcard: 0.0.0.255 =>Network: 192.168.10.0/24HostMin: 192.168.10.1HostMax: 192.168.10.254Broadcast: 192.168.10.255Hosts/Net: 254 Class C, Private Internet
Penjelasan:
Dari output di atas, dapat dilihat range ip address yag bisa digunakan dimulai dari 192.168.10.1 sampai 192.168.10.254, broadcast 192.168.10.255 dan jumlah host yang tersedia sebanyak 254 host.
Latihan 2:
Sebuah jaringan dengan alamat jaringan 192.168.15.0 ingin dibagi menjadi 2 subnet, dimana kedua subnet tersebut masing-masing memiliki host sebanyak 30. Untuk mendapatkan solusinya, ketikkan perintah berikut:
$ ipcalc -bs 30 30 192.168.15.0
Output:
Address: 192.168.15.0Netmask: 255.255.255.0 = 24Wildcard: 0.0.0.255 =>Network: 192.168.15.0/24HostMin: 192.168.15.1HostMax: 192.168.15.254Broadcast: 192.168.15.255Hosts/Net: 254 Class C, Private Internet 1. Requested size: 30 hostsNetmask: 255.255.255.224 = 27Network: 192.168.15.0/27HostMin: 192.168.15.1HostMax: 192.168.15.30Broadcast: 192.168.15.31Hosts/Net: 30 Class C, Private Internet 2. Requested size: 30 hostsNetmask: 255.255.255.224 = 27Network: 192.168.15.32/27HostMin: 192.168.15.33HostMax: 192.168.15.62Broadcast: 192.168.15.63Hosts/Net: 30 Class C, Private Internet Needed size: 64 addresses.Used network: 192.168.15.0/26Unused:192.168.15.64/26192.168.15.128/25
Penjelasan:
- Request size pertama, ip dimulai dari 192.168.15.1 sampai dengan 192.168.15.30, dan ip broadcast adalah 192.168.15.31.
- Request size kedua, ip dimulai dari 192.168.15.33 sampai dengan 192.168.15.62, dan ip broadcast 192.168.15.63.
- Mengapa ip 192.168.15.32 dilewatkan, dan bukan dijadikan ip pertama dari subnet kedua? karena ip 192.168.15.32 dijadikan alamat jaringan untuk subnet kedua.
Demikian contoh cara menghitung ip subnetting dengan menggunakan aplikasi ipcalc, silakan Anda ekplorasi sendiri. agar lebih mahir dalam melakukan perhitungan ip subnetting, cobalah dengan contoh kasus yang lebih menantang lagi.
Good luck..!!!
Referensi:
http://sourceforge.net/projects/ipcalc/
http://romisatriawahono.net/2006/02/10/memahami-konsep-subnetting-dengan-mudah/
http://www.infolinux.co.id
http://avancalinux.blogspot.com

10 Comments
sa.uqhi on 24/04/2010 at 11:06.
is am pertamax ?
pak_kost on 24/04/2010 at 12:59.
apakah hal ini yang baru diajarin ke kita….2x
trima kacih atas materinya???????
Creebownunu@yahoo.com on 28/04/2010 at 06:40.
makasih ya………..+
Eligio M. Do Rego on 28/04/2010 at 10:59.
@All::Thx juga ya dah mau membaca artikel ini..
leonidas on 02/05/2010 at 08:13.
wah saran saya sebaiknya klo pengen bisa jangan pk ginaan gan…
pdhal utk bs kita lolos ujian sertifikasi ccna
kt hrs bs subnetting yah plng tidak 5-10 detik
klo bs hafal di luar kepala…:)
dlm ujian ccna manajemen waktu sangat dibutuhkan gan…
blm nanti bwt ngerjaiin soal konfigurasi….:)
Eligio M. Do Rego on 02/05/2010 at 17:32.
@leonidas::
ini cuma sarana saja. bukan mengarahkan seseorang ke cisco. dan saya rasa tool ini memang berguna sekali untuk dipelajari gan.
dwi phazto on 11/07/2010 at 00:44.
baru tahu saya haha
greend coded on 06/12/2010 at 14:59.
keren bro artikelnya,,
tapi ane lebih suka ngitung manual
hehe
ebyx84 on 06/12/2010 at 21:16.
sama! ane juga senang hitung manual, tapi pas lagi dapat proyek dengan deadline padat ini solusi ane hehehe
ocha on 19/12/2010 at 02:25.
emang kalo pas tes CCNA boleh ya pake aplikasi pembantu seperti ipcalc ini? enak donk kalo boleh! balik ke individu nya lah.. pas ujian ccna dia mau itung manual atau ipcalc (kalo boleh) ya terserah dia.. :lol: menurut saya sih, kalopun pake, ngga akan lolos juga tuh.. :p